Monday, August 2, 2021

Kembalinya Sang Penjaga Asrama

(Gambar Hanya Sebagai Ilustrasi, bukan tempat kejadian sebenarnya)


Kisah ini terjadi menjelang tahun baru dimana asrama akan tutup/libur ketika tahun baru. Gara-gara kisah horor yang aku alami ini, aku yang sebelumnya tidak percaya akan hal-hal berbau mistik menjadi percaya setelah mengalami insiden itu. Ketika itu aku masih tercatat sebagai mahasiswa Universitas Wenhua di Taiwan dan tinggal di Asrama Dalun. Karena kejadian inilah, mau tidak mau aku harus percaya bahwa asrama Dalun memang ada hantunya. Berikut inilah kisah yang aku alami.

Waktu itu hari terakhir ujian. Karena pada saat semester satu mata kuliahnya lumayan banyak, jadinya kami ujian terus sampai hari terakhir. Malam itu pun bersama anak-anak asrama yang lain kami memasak shabu-shabu. Dikarenakan besok siang asrama sudah akan ditutup, jadi yang tinggal di asrama tak seberapa banyak. Aku masih ingat waktu itu gerimis, jadi rasanya dingin. Kalau sudah begini, sudah pasti saat yang tepat untuk makan shabu-shabu! Aku, bersama teman-teman asrama dan si ketua lantai, makan sambil ngobrol dan bercanda. Karena baru saja selesai ujian, ditambah kondisi luar yang dingin, kami semakin ngobrol semakin berisik, sampai tiba-tiba kamar jadi gelap! Ternyata mati lampu lagi! Salah satu temanku mengeluh,  “Asrama sudah hampir tidak ada orang, masih aja mati lampu!”

Aku tiba-tiba merasa ada yang tidak beres. Soalnya di sekelilingku terasa sunyi senyap. Si ketua, yang merasa tidak beres juga meminta kita jangan bersuara. Lalu kami dengar di luar asrama anjing menggonggong terus. Dan belakangan, gonggongannya tiba-tiba berubah menjadi suara lolongan!

Karena kondisi di ruangan gelap gulita, salah satu teman pun beranjak ke meja belajarnya untuk mencoba mengambil senter. Tiba-tiba di pintu (dia kebetulan duduk di dekat pintu), muncul sebuah bayangan hitam, dengan suara Shandong yang kental dia marah kepada kami.

“Dasar anak-anak nakal! Sudah dibilang berapa kali jangan masak di dalam kamar, masih juga masak!”

Teman yang hendak ambil senter itu pun membalas, “Sudah mau selesai kok.”

Bayangan hitam itupun menghilang. Anjing yang di luar pun sudah diam kembali. Lampu juga akhirnya menyala. Hanya saja aku melihat wajah ketua menjadi pucat pasi. Dia bilang dia tidak ingin makan lagi. Dia juga minta kita malam ini juga lebih baik pulang ke rumah masing-masing, jangan tinggal di asrama lagi. Soalnya, tadi yang berdiri di pintu itu bukanlah manusia.

Kata si ketua, sebelum aku masuk ke Asrama Dalun, dulu ada seorang petugas yang tinggal di belakang asrama. Dia orang Shandong, postur tubuhnya kurus tinggi. Dulu setiap kali ada yang curi-curi masak di asrama terus mati lampu, paman itu pasti akan marah habis-habisan. Suaranya biasanya sangat keras, sampai anak-anak di seluruh lantai pun bisa mendengarkannya.

Tapi dengar-dengar si paman itu akhirnya meninggal sewaktu pergi ke Tiongkok sana. Semenjak itu tidak pernah kelihatan lagi. Jadi, perlahan-lahan tradisi masak-masak pun tidak ada yang peduli lagi. Hanya saja, kata paman Rongmin, penjaga asrama yang menggantikannya, kadang-kadang orangnya “kembali” ke kamar tempat dia tinggal dulu.

Untuk menghilangkan rasa takut dan menunggu pagi tiba, kami bermain kartu sampai pagi, tidak ada satupun yang berani tidur. Keesokan harinya semua langsung pulang ke rumah masing-masing.


Monday, July 26, 2021

10. Sigbin

 

(Sumber Gambar Ilustrasi : https://encrypted-tbn0.gstatic.com)


Sigbin merupakan makhluk dalam mitologi Filipina, konon mereka keluar pada malam hari untuk menghisap darah korban dari bayang-bayang manusia. Dikatakan pula bahwa mereka berjalan mundur dengan kepala diturunkan antara kaki belakangnya, dan memiliki kemampuan untuk menjadi tidak terlihat untuk makhluk lain, terutama manusia. 

Ia menyerupai seekor kambing hornless, tapi memiliki telinga yang sangat besar yang dapat bertepuk seperti sepasang tangan dan ekor panjang yang fleksibel yang dapat digunakan sebagai cambuk. 

Sigbin dikatakan memancarkan bau busuk yang menyengat. Makhluk ini diyakini keluar dari sarangnya selama Pekan Suci, mereka akan mencari anak-anak dan akan membunuhnya lalu hati mereka akan diambil dan dijadikan jimat. Kebanyakan cerita dan penampakan banyak berasal dari daerah Cebu. Menurut legenda, ada keluarga yang dikenal sebagai pawang Sigbin yaitu memiliki kekuatan untuk memerintah makhluk-makhluk ini.


9. Kaperosa atau White Lady

(Sumber Gambar Ilustrasi : https://s.kaskus.id)


White Lady tak lain tak bukan adalah jenis hantu perempuan yang sering terlihat di daerah pedesaan dan terkait dengan beberapa legenda tragedi lokal. Legenda White Lady bisa ditemukan hampir di seluruh dunia, termasuk di Filipina. Konon, mereka adalah wanita yang kehilangan atau dikhianati oleh suami, pacar atau tunangan. Mereka sering dikaitkan dengan garis keluarga individu atau dikatakan sebagai pertanda kematian mirip dengan setan. White Lady atau Kaperosa biasanya menampakkan diri di gedung-gedung kosong, dekat hutan dan tebing. 

Namun, hantu wanita ini paling sering dikabarkan terlihat di sepanjang Balete Drive di kota Quezon. Kaperosa adalah seorang wanita muda yang dibunuh oleh dua tentara Jepang selama Perang Dunia II. Sementara cerita lain melaporkan bahwa Kaperosa seringkali menjadi penyebab kematian untuk kasus kecelakaan mobil. 

Beberapa pengemudi seringkali melihat hantu itu di kaca spion mereka atau melihat seorang wanita muda duduk di kursi belakang dengan mengenakan gaun putih.


8. Manananggal

(Sumber Gambar : https://upload.wikimedia.org)


Manananggal adalah makhluk mitos dari Filipina, digambarkan sebagai simbol kejahatan, pemakan manusia dan raksasa pengisap darah atau penyihir. Ia merupakan sosok mengerikan, menakutkan, sering digambarkan sebagai wanita, dan mampu memutuskan tubuh bagian atas dan tumbuh sayap seperti kelelawar yang besar untuk terbang saat malam hari untuk mencari korban. 

Kata Manananggal berasal dari kata tanggal, yang berarti “untuk menghapus” atau “memisahkan”. Dalam kasus ini, “orang yang memisahkan diri”. Nama ini juga berasal dari sebuah ungkapan yang digunakan untuk batang tubuh terputus. Mitos Manananggal populer di wilayah Visayan di Filipina, terutama di provinsi barat Capiz, Iloilo, dan Antique. 

Konon makhluk ini sangat membenci bawang putih dan garam. Mereka juga dikenal sangat benci pada belati, cuka, rempah-rempah dan ekor ikan pari, yang dapat dibentuk sebagai cambuk.


7. Kumakatok

(Sumber Gambar Ilustrasi : data:image/jpeg;base64)


Kumakatok juga merupakan hantu mitologi dari Filipina. Jika tengah malam pintu rumah ada yang mengetuk itu adalah Kumakatok yang berwujud 3 sosok berkerudung, 1 wanita cantik dan 2 pria tua. Tidak ada cerita bagaimana Trio Kumakatok itu dibentuk, yang pasti mereka datang untuk menjemput anggota keluarga yang berada di dalam rumah yang pasti akan meninggal. Hantu ini tersebar di seluruh pelosok Filipina. 

Tidak ada mantra atau penangkal yang bisa menjauhkan mereka, membiarkan pintu tak dibuka pun tak bisa membantu, Kumakatok datang mengetuk dan pergi dan akan ada anggota keluarga meninggal setelahnya. Legenda mengatakan bahwa kunjungan dari mereka merupakan pertanda bahwa seseorang di dalam keluarga akan segera mati. Tidak ada gambar-gambar atau jimat yang digantung yang dapat menjauhkan mereka. Membiarkan pintu tidak terjawab juga tidak membantu. Mereka tetap mengetuk dan pergi dan kemudian seseorang tetap akan mati segera setelahnya.


6. Tikbalang

(Sumber Gambar : https://2e.aonprd.com)


Tikbalang juga makhluk mitologi dalam cerita rakyat Filipina. Konon makhluk ini senang tinggal di pegunungan dan hutan di Filipina. Ia digambarkan memiliki tubuh tinggi dan kekar seperti manusia dengan tungkai panjang. Selain itu ada pula yang menggambarkan mereka memiliki kepala dan kaki binatang, terutama tubuh kuda. Tikbalang kadang-kadang diyakini sebagai transformasi dari janin yang digugurkan. 

Di daerah utara, Tikbalang dianggap gangguan tetapi umumnya tidak berbahaya. Mereka senang membuat wisatawan bingung dan membuat para wisatawan tersebut membayangkan hal-hal yang tidak nyata. Wisatawan dapat dengan mudah menghentikan olok-olok dengan membalikan kemeja mereka dari dalam keluar dan meminta Tikbalang untuk berhenti mengganggu mereka. 

Kisah Tikbalang dari daerah selatan yang menggambarkan makhluk tersebut seperti raksasa yang jahat. Dia memiliki mata merah menyala, sebuah cerutu besar dan bau rambut terbakar. Ketika marah (dan dia mudah marah), Tikbalang akan menginjak Anda sampai mati. Untuk menjinakkan binatang itu, seseorang harus mencabut salah satu dari tiga rambut yang sangat panjang ditemukan surainya. Setelah itu, Tikbalang akan menjadi budak Anda. Lebih mengejutkan lagi ada cerita rakyat yang menyatakan bahwa ketika matahari bersinar melalui awan ketika sedang hujan, maka ada sepasang Tikbalang yang akan menikah.


Sunday, July 25, 2021

5. Matruculan

(Sumber Gambar : data:image/jpeg;base64)


Matruculan juga merupakan salah satu dari makhluk mitologi dalam cerita rakyat Filipina, yang digambarkan suka menyerang ibu hamil. Konon Matruculan senang membunuh wanita dan memakan janinnya (meskipun beberapa cerita mengatakan bahwa baik ibu dan bayi, keduanya akan dimakan). Versi lain dari Matruculan adalah bahwa ia membunuh ibu hamil, membuka perutnya dan makan janin di dalam. Untuk melindungi ibu dan janinnya, maka seorang suami harus mengayunkan balisong atau pisau kupu-kupu, di atas perut wanita saat dia melahirkan.


La Planchada