Sunday, September 1, 2019

Kisah Horor Di Waduk Mulur (Sukoharjo)


Waduk Mulur merupakan salah satu lokasi wisata alam yang sangat indah namun juga menyimpan berbagai misteri. Waduk Mulur yang dibuat sebelum jaman kemerdekaan ini dahulunya merupakan tanah Keraton Surakarta yang kemudian dialihfungsikan menjadi sebuah waduk sebagai pengendali banjir dan juga sebagai pengairan sawah di wilayah Sukoharjo. Waduk Mulur juga menyimpan aneka misteri metafisik yang mungkin akan membuat orang awam mengernyitkan dahi. Beberapa cerita horor di seputar Waduk Mulur akan saya paparkan agar kita lebih bisa berintrospeksi, waspada serta lebih taat beribadah kepada Sang Pencipta kita, bukan untuk memberikan rasa takut yang berlebihan terhadap hal diluar nalar kita ini.

Salah satu tanda bahwa Waduk Mulur ini angker adalah waduk ini sudah memakan beberapa korban tewas tenggelam yang pada dasarnya korban tersebut tidak sengaja jatuh terpeleset maupun secara tidak sadar tiba-tiba terjatuh dan tenggelam. Hal ini seringkali terjadi setiap satu tahun sekali. Adakalanya memang karena kecerobohan para pengunjung, namun sebagian meyakini ada kekuatan lain yang menjadi penyebab kecelakaan tersebut. Beberapa orang mempercayai bahwa Waduk Mulur merupakan pusat kerajaan mistis yang dipimpin oleh ular besar yang berdiam di dalam Waduk Mulur. Konon ular besar ini hanya akan muncul pada saat-saat tertentu saja dan hanya orang dengan indera keenam yang bisa merasakan kehadirannya disini.

Di dalam dan pinggir Waduk Mulur tercatat terdapat  3 pemakaman umum dan pada bagian tengah Waduk Mulur terdapat makam salah satu pejuang kemerdekaan yaitu Kyai Sayyid Iman (biasa dipanggil Mbah Sayidiman) yang merupakan salah satu pengikut dari pergerakan pejuang Pangeran Diponegoro yang hingga kini makam tersebut masih terawat dengan baik.

Di lingkungan Waduk Mulur dahulu juga pernah digunakan sebagai tempat eksekusi bagi para pelaku pemberontakan PKI sehingga kini masih terkesan angker. Sehingga banyak arwah yang mati dengan tidak semestinya dan menjadi arwah gentanyangan menghuni Waduk Mulur khususnya di sekitar utara lapangan tenis Waduk Mulur. Disini pula sering muncul penampakan sang ular besar tadi. Juga dahulu pernah terjadi kalap atau anak tenggelam di bagian titik ini. Semoga ini menjadikan kita lebih waspada akan gangguan metafisik pada titik ini.

Jika ada perkemahan baik kegiatan OSIS maupun Pramuka tidak jarang terjadi hujan pada sore hari bahkan sampai pagi hari padahal kegiatan tersebut dilaksanakan pada musim kemarau. Ada pula kejadian kesurupan baik secara massal dari peserta perkemahan maupun hanya 1-2 orang saja.

Cerita horor lainnya adalah sebuah titik di pinggir Waduk Mulur tepatnya di Dusun Badran yang dulunya merupakan pemakaman umum namun kemudian terendam air sehingga kini pun menjadi Pulau Hantu yang konon sering terlihat penampakan mistis genderuwo dimana kadang usil menampakkan diri kepada para pemancing yang sedang memancing ikan ketika malam hari. Memang namanya alam liar tak lepas dari keberadaan makhluk metafisik namun kita sebagai manusia yang diciptakan sempurna tidak perlu takut akan keberadaan mereka asalkan kita juga menjaga tingkah laku dan perkataan kita di Waduk Mulur serta tidak berbuat senonoh.

Ada kepercayaan yang menyatakan jika kita berbuat tidak baik di kawasan Waduk Mulur maka akan menerima akibat dari apa yang kita lakukan tadi. Hal-hal yang mungkin sudah menjadi rahasia umum bahwa lokasi sepi menjadi tempat yang tidak semestinya, maka bagi yang berbuat seperti itu nantinya akan mendapatkan balasan entah itu rumah tangga yang kacau atau bahkan mendapatkan musibah yang tidak terduga semisal sakit parah yang mendadak dan berakibat kematian.

Secara geografis lokasi Waduk Mulur yang membentang di sebelah utara dari desa Mulur hingga berbatasan dengan desa lain seperti Mertan dan Sugihan tentu memberikan fungsi ekonomis baik masyarakat setempat sebagai nelayan pencari ikan. Setiap tahun pun ada semacam sedekah alam dari masyarakat sekitar sebagai perwujudan rasa syukur atas hasil alamnya, namun hanya dilakukan oleh beberapa warga yang masih mempercayai dan melestarikan adat istiadat tersebut.

Friday, August 30, 2019

Keangkeran Stasiun Kaliwedi (Cirebon)


Stasiun Kaliwedi merupakan nama sebuah bekas stasiun yang lokasinya berada di Kaliwedi Lor, Kaliwedi, Cirebon. Stasiun ini pertama kali beroperasi pada tahun 1912 dan dulunya disana tersedia fasilitas persilangan kereta api. Namun semenjak GAPEKA 1996, persilangan kereta tidak lagi tersedia dan ketika jalur ganda Cikampek – Cirebon selesai, Stasiun Kaliwedi resmi ditutup pada 6 Januari 2002.

Bagi masyarakat Cirebon, Stasiun Kaliwedi merupakan tempat angker yang melegenda sehingga membuat siapapun yang melintas di depannya bergidik ngeri. Letaknya yang jauh dari pemukiman warga dan dekat dengan kali membuat kesan mistis terasa semakin kental. Menurut cerita yang beredar, penunggu Stasiun Kaliwedi dikenal suka mengganggu manusia.

Perlintasan kereta api yang tak jauh dari stasiun angker di Cirebon itu pun juga terkenal kengeriannya. Konon, di perlintasan maut itu sering sekali terjadi kecelakaan karena korban yang melintas mendadak tidak mendengar apa-apa meski lokomotif kereta berbunyi nyaring. Seringnya peristiwa itu terjadi membuat masyarakat menjuluki tempat angker di Cirebon itu Kentrung Budeg.

Pernah juga terjadi peristiwa tragis dimana ada kecelakaan kereta api yang menewaskan 14 orang saat lewat di perlintasan tersebut. Parahnya, para korban tewas merupakan rombongan iring-iringan jenazah. Berita tentang tewasnya para korban tentu segera menjadi banyak sorotan masyarakat Cirebon pada masa itu. Tidak sedikit juga yang menduga bahwa itu adalah ulah penunggu di perlintasan yang membuat para korban mendadak tuli dan tak mendengar suara kereta. Meski sudah tak beroperasi lagi, Stasiun Kaliwedi tetap menyeramkan dan masih lekat dengan aura mistis. Hindari mendatangi tempat angker tersebut di malam hari jika tidak ingin mengalami kejadian mistis yang tidak diinginkan.

Thursday, August 29, 2019

Keangkeran Kampus Unjani (Cimahi)



Kampus Universitas Jenderal Achmad Yani atau yang biasa disingkat Unjani kabarnya angker dan banyak hantunya. Kampus utamanya terletak kawasan militer yaitu di bagian Selatan Kota Cimahi, tepatnya di Jalan Terusan Jendral Sudirman yang bertempat di lokasi yang berdekatan dengan dua perguruan tinggi lain, diantaranya STKIP Siliwangi Bandung dan STIKES Jenderal Achmad Yani. Sementara kampus utama lainnya terdapat di Bandung tepatnya di Jalan Terusan Jenderal Gatot Subroto, Kiaracondong yang terletak di jalan yang sama dengan PT. Pindad. Kampus yang kabarnya angker ini adalah kampus yang ada di Cimahi. Berikut ini adalah beberapa contoh keangkerannya:

A. Pohon yang banyak penunggunya
Tidak jauh dari lokasi sekitar kantin dan pos satpam ada sebuah pohon yang tidak terlalu besar. Namun pohon ini telah berhasil membuat para satpam ketakutan untuk jaga malam disana. Katanya dari pohon ini sering muncul penampakan-penampakan menyeramkan. Apalagi disitu penerangannya kurang, yang semakin membuat tempat itu mencekam. Konon pohon itu merupakan tempat untuk membuang jin, entah benar atau tidak yang jelas tempat itu memang sangat menyeramkan.

B. Kerajaan ular
Ada sebuah lokasi di dalam kampus yang sering ada penampakan ular ghaib. Hingga tempat itu disebut-sebut sebagai kerajaan ular. Menurut ‘orang pintar’, ular tersebut adalah jin yang berwujud ular.

C. Gedung angker
Banyak gedung di kampus Unjani yang angker, namun yang paling parah adalah Gedung Ekonomi. Pihak kampus sendiri tidak mengijinkan adanya aktifitas atau acara yang lebih dari jam 10 malam di gedung itu. Karena bisa-bisa akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kesurupan massal.

D. Pocong
Beberapa mahasiswa mengaku pernah melihat pocong melompat-lompat dari gedung ke gedung, dari Gedung Sasana Krida ke Gedung Kuliah Bersama.

E. Banaspati
Konon sosok hantu berjenis banaspati juga ditemukan di sekitar kampus. Namun sepertinya aktifitasnya tidak terlalu banyak dan tidak mengganggu.

F. Hantu tertawa
Beberapa mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas di lab bahasa tiba-tiba mendengar suara tawa hantu yang nyaring, padahal saat itu jam 11 siang. Awalnya dikira suara ringtone handphone. Tapi nyatanya dosen mereka santai saja, padahal biasanya ia akan menegur si pembawa handphone jika berbunyi saat kelas. Waktu mereka bertanya ke dosen tentang kejadian itu, si dosen justru berkata kalau ia tidak mendengar apa-apa.

G. Neng Geulis
Di kalangan mahasiswa Inkom, sosok hantu berwujud perempuan ini sudah tak asing lagi. Terutama bagi mereka yang suka siaran di radio kampus. Ada beberapa yang pernah melihatnya, sisanya hanya merasakan kehadirannya ketika siaran. Namun belum ada yang tahu siapa sebenarnya sosok yang disebut Neng Geulis ini.

Kuntilanak Penunggu Pantai Anyer (Banten)

Pantai memang menjadi salah satu destinasi yang paling diminati banyak orang ketika liburan tiba. Karena suasana pantai yang tenang dipercaya ampuh untuk menghilangkan rasa stress dan rasa penat setelah beraktivitas seharian. Deburan ombak serta warna air lautnya dapat menjadi obat untuk menenangkan diri. Indonesia sendiri memang dikenal sebagai negara yang memiliki banyak pantai dengan pemandangan indah. Tidak heran banyak wisatawan asing dari berbagai negara rela datang ke Indonesia hanya untuk menikmati keindahan pantainya. Selain indah, pantai di Indonesia juga terkenal memiliki ombak yang besar. Tentu hal ini merupakan surganya bagi para peselancar dari berbagai penjuru dunia. 

Dari banyaknya pantai yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, beberapa pantai ini menyimpan kisah mistis di dalamnya. Salah satunya adalah Pantai Anyer. Pantai yang terletak di Provinsi Banten ini memang terkenal karena keindahan alamnya serta pasir putihnya. Tak heran, banyak orang dari berbagai kota di Indonesia datang untuk menikmati keindahan Pantai Anyer ini. Pantai ini akan disesaki pengunjung ketika liburan panjang tiba. Namun siapa sangka, dibalik keindahan pemandangan pantainya, Anyer menyimpan berbagai kisah mistis di dalamnya. Kejadian-kejadian mistis ini dialami langsung oleh para pengunjung pantai yang bermalam di sekitar pantai.

Sebagaimana pantai yang ramai dikunjungi oleh para pengunjung, Pantai Anyer beberapa kali menelan korban. Rata-rata korban meninggal lantaran terbawa arus ombak yang besar. Maka tak heran jika Pantai Anyer menyimpan berbagai kisah misteri di dalamnya.

Ada salah satu cerita tentang sekelompok anak sekolah yang melakukan kemah di Pantai Anyer. Anyer memang sering dijadikan tempat untuk berkemah, sebagai salah satu bentuk kegiatan sekolah. Tentunya para guru pun ikut serta dalama acara berkemah. Suatu ketika salah seorang guru, sebut saja Pak Heru berjalan-jalan untuk menikmati pemandangan pantai seorang diri pada malam hari setelah acara api unggun selesai. Ketika melewati beberapa pohon yang ada di pinggir pantai, Pak Heru mendengar suara anak ayam dari kejauhan.

Pada awalnya Pak Heru menganggap jika itu adalah suara anak ayam biasa. Namun suara anak ayam tersebut selalu mengikuti gerak langkah Pak Heru. Saat Pak Heru menoleh ke belakang ternyata ada sesosok kuntilanak yang sedang mengikutinya dari belakang sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Sontak hal ini membuat Pak Heru lari menuju arah tenda. 

Saat di tenda, ia menceritakan tentang kisah seramnya bertemu kuntilanak di dekat pepohonan di sekitar pantai, namun cerita ini hanya dianggap gurauan oleh guru-guru lain. Karena Pak Heru memang terkenal sebagai guru yang gemar bercanda. Ketika semuanya sudah mulai tertidur, salah seorang guru perempuan mendengar suara dan aktivitas yang ramai di depan tenda. Ia pun melihat beberapa bayangan orang yang sedang berkumpul di sekitar api unggun. Keesokan harinya ia bertanya kepada guru lain tentang apa ia dengar tengah malam. Namun para guru yang lain mengatakan jika semalam tak ada suara apa-apa karena semuanya sudah tidur. 

Itulah sepenggal kisah mistis yang terjadi di Pantai Anyer. Terlepas benar atau tidaknya cerita tersebut, sampai saat ini Pantai Anyer masih menjadi destinasi favorit para penikmat pantai dari berbagai kota. Namun, setiap tempat tentu memiliki penghuni. Maka dari itu, alangkah baiknya kita tidak melakukan hal-hal aneh ketika sedang berada di tempat lain, karena bisa saja apa yang kita lakukan bisa mengganggu penghuni asli tempat tersebut.  

Tuesday, August 27, 2019

Bertemu Mantan Guru yang Sudah Lama Meninggal (Cirebon)


Sebut saja Arifin, nama pria yang berkisah tentang pengalaman menyeramkan yang dia alami. Arifin adalah lulusan Fakultas Seni Rupa ITB yang sudah lama tidak pulang ke kampungnya di Cirebon. Sejak lulus kuliah dan diterima bekerja di sebuah perusahaan garmen terkemuka di Bandung, dia jarang pulang. Hal ini bisa dimaklumi mengingat posisinya sebagai seorang manajer desain yang super sibuk sehingga membuatnya kesulitan mencari waktu luang untuk berlibur.

Suatu hari Arifin mendapat cuti dari kantornya. Kesempatan itu dimanfaatkannya untuk mudik ke kampung halamannya di Cirebon. Pria yang pernah menyandang gelar juara melukis ketika dirinya masih duduk di bangku SMA itu  pulang dengan mengendarai mobil inventaris kantornya.  Saat tiba di Kota Cirebon, mobilnya melintas di depan rumah Pak Dirman, mantan guru dan Kepala SMA-nya dulu. Kebetulan tanpa sengaja, mantan gurunya itu sedang ada di halaman depan rumahnya. Arifin segera memperlambat laju kendaraannya, kemudian membuka kaca jendela mobilnya.

Mereka lalu saling bertatap muka, dan terlihat senyum ramah dari bibir sang mantan guru. Arifin lalu menghentikan sejenak kendaraannya. Arifin menyapa dengan mengucap salam “Assalamu’alaikum, apa kabar Pak ?” kata Arifin dari dalam mobilnya. “Wa’alaikum salam... kabar baik Rif balas mantan gurunya itu.

“Mampir dulu, Bapak sudah kangen sama kamu,” lanjut Pak Dirman. “Maaf Pak, Saya mau main ke rumah saudara dan teman dulu, nanti pulangnya pasti mampir kesini. Mari Pak, saya permisi dulu,” kata Arifin ramah, sambil kembali menginjak pedas gas mobilnya. Kemudian Arifin berkunjung ke beberapa rumah saudara dan sahabat lamanya.

Usai bersilaturahmi, lalu Arifin bermaksud memenuhi janjinya untuk berkunjung ke rumah Pak Dirman, mantan kepala SMA-nya itu. Setibanya disana, tampak pria gendut berusia setengah abad lebih yang rambutnya sudah hampir semuanya beruban itu masih terlihat berdiri di bawah pohon mangga, di tengah halaman rumahnya, sambil matanya menatap kosong  ke arah jalan. Arifin segera memarkir mobilnya persis di depan pagar rumah Pak Dirman. Tampak mantan gurunya itu terlihat sumringah melihat kedatangan Arifin. Lelaki tua itu segera datang menghampiri Arifin dengan jalan sedikit tertatih-tatih.

“Alhamdulillah akhirnya kamu mau mampir juga ke rumah Bapak ya Rif,” sambut Pak Dirman sambil menjulurkan tangannya mengajak Arifin bersalaman. Betapa terkejutnya Arifin ketika tangannya menyentuh tangan pria tua itu. Tiba-tiba tangannya terasa dingin sekali, seperti terkena gumpalan batu es. Sampai-sampai badan Arifin sedikit menggigil seperti orang demam. Anehnya lagi, tercium aroma tidak sedap yang bersumber dari badan mantan gurunya itu.Rasanya seperti bau bangkai tikus yang sangat menyengat. 

Terpaksa dia sedikit menahan nafas demi menjaga perasaan Pak Dirman.

“Maaf Pak, kok sepi sekali. Keluarga Bapak ada dimana?” tanya Arifin.

“Keluarga Bapak tidak ada disini Rif, mereka ada kesibukan masing-masing. Bapak sendiri saja di rumah. Oh ya, Bapak masih menyimpan lukisan yang dulu pernah kamu berikan. Lukisannya masih tersimpan di dalam. Ayo kita masuk ke rumah Rif,” jawab lelaki tua itu.

Mantan kepala SMA itu berjalan mendahului Arifin dengan badan sedikit membungkuk dan kaki kanan seperti agak pincang, sehingga jalannya terlihat miring tertatih-tatih. Anehnya, pria tua itu berbelok arah ke samping rumah, tidak masuk melalui pintu depan. Arifin segera mengikutinya sambil tangannya memegang hidungnya untuk menahan bau yang sangat menusuk hidung. Mereka lalu masuk lewat pintu samping yang tidak dikunci. Pria itu menunjukkan sebuah lukisan yang terpasang di dinding ruang tengah, hasil karya Arifin yang pernah diberikannya sebagai kenang-kenangan kelulusan sekolah dulu. Ada juga beberapa foto keluarga dan berbagai patung yang menghiasi ruangan itu. Pak Dirman mempersilahkan Arifin untuk duduk, kemudian dia pergi begitu saja ke lantai atas meninggalkan Arifin sendirian.

Beberapa saat lamanya Arifin dibiarkan sendiri di ruangan itu sendirian. Suasana terasa agak aneh, sepi dan semilir angin yang masuk terasa dingin sekali. Bau busuk masih menyengat hidung. Sambil menunggu Pak Dirman, Arifin hanya berdiri sambil memandang beberapa lukisan dan foto yang ada di dinding rumah tersebut. Sudah setengah jam berlalu, namun tidak ada tanda-tanda kalau Pak Dirman akan turun ke bawah. Arifin mulai gelisah dan perasaan tidak enak mulai menghantui perasaannya, tapi dia berusaha menepisnya dengan berpikiran positif. Pertahanan alumni ITB itu akhirnya mulai goyah, karena penghuni rumah itu lama tak muncul juga. Lalu Arifin mengambil inisiatif mencoba memberanikan diri memanggil Pak Dirman. 

“Pak Diirmaaaan!!! Paaak!! Maaf Pak, saya nggak bisa lama-lama disini, saya mau pulang,” teriak Arifin sambil menatap ke arah lantai atas. Beberapa kali pria yang pernah menjadi pendiri Forum Pelukis (FORKIS) Cimahi itu berteriak cukup keras, namun usahanya sia-sia belaka, tidak ada jawaban sama sekali dari lantai atas.

Tentu saja hal ini membuat dia bertambah bingung. Akhirnya Arifin memutuskan untuk pulang saja. Keanehan kembali terjadi, ketika Arifin bermaksud melangkahkan kakinya keluar rumah, tiba-tiba badannya seperti ditiup angin sehingga bulu kuduknya berdiri. Badannya mendadak tidak bisa digerakkan, seolah-olah kaku. Dalam kondisi tidak berdaya tersebut, dia teringat nasihat almarhum ayahnya agar selalu berzikir dan membaca ayat suci Al-Qur’an dimanapun dia berada, terutama jika tertimpa masalah. Arifin mulai membaca dalam hati beberapa ayat suci Al-Qur’an yang dihafalnya. Ajaibnya, tiba-tiba badannya terasa enteng dan dia mulai bisa bergerak normal seperti biasa.

Cepat-cepat dia keluar rumah itu menuju mobilnya, lalu tancap gas kembali ke Bandung. Sejak kejadian ganjil tersebut, pikiran Arifin selalu teringat kepada Pak Dirman. Dia tidak habis pikir, mengapa mantan gurunya itu tidak muncul juga saat itu. Dia bingung dan masih bertanya-tanya dalam hati,  apa gerangan sebenarnya yang terjadi?

Tiga bulan kemudian Arifin berkesempatan kembali ke Cirebon. Kali ini dia coba berkunjung ke salah seorang mantan guru kimia waktu di SMA dulu yaitu Pak Agus. Disana dia menceritakan kejadian yang dialaminya tersebut dan menanyakan mengapa mantan kepala SMA-nya itu berprilaku seperti itu. Tentu saja mantan guru kimianya itu terperanjat.

Kemudian Pak Agus menjelaskan kepada Arifin kalau Pak Dirman sesungguhnya sudah lama meninggal dunia, sekitar 3 tahun yang lalu karena penyakit liver. Beberapa tahun Pak Dirman menderita akibat penyakitnya tersebut sampai akhirnya meninggal dunia. Badan Arifin kembali menggigil mengingat kejadian sebulan yang lalu, ketika dirinya mampir ke rumah Pak Dirman. Kini dia baru menyadari kalau lelaki yang berbau busuk yang ditemuinya di rumah mantan kepala SMA-nya tersebut ternyata Hantu. Sepulang dari rumah mantan guru kimianya itu, Arifin segera berziarah ke makam Pak Dirman untuk mendoakan agar arwahnya diterima dengan baik di sisi Allah SWT.

Friday, August 23, 2019

Rel Miring Anyer yang Angker (Banten)


Tak hanya pantainya yang terkenal angker, ternyata daerah Anyer juga memiliki beberapa tempat berhantu lainnya, salah satunya adalah kawasan rel kereta api miring. Area rel kereta api ini sering menjadi bahan perbincangan warga sekitar yang kemudian ceritanya menyebar ke daerah lainnya. Kondisi rel kereta api pada jalur kereta api Rangkasbitung – Labuan – Bayah – Anyer Kidul ini memang terbilang aneh karena posisinya miring dan menyesuaikan kontur tanahnya yang memang miring. Di rel kereta api miring ini, sudah tak terhitung lagi berapa banyak kecelakaan yang terjadi dan bahkan terkadang memakan korban.

Kecelakaan yang kerap terjadi tak hanya kecelakaan tunggal saja, namun juga kecelakaan beruntun yang terkadang tidak diketahui penyebabnya. Warga setempat menyebut bahwa rel kereta api miring ini angker dan mereka seakan tidak terkejut jika terjadi kecelakaan disana karena memang sejak dulu sudah demikian. Para korban kecelakaan tersebut konon menjadi tumbal hantu satu mata yang menjadi penunggu lokasi tersebut. Kabarnya ada sosok misterius bertubuh tinggi besar dengan mata yang hanya berjumlah satu di area rel itu. Ada juga yang menyebut bahwa penunggu disana adalah sosok hantu besar bertubuh merah, bertanduk, dan bermata satu. Bila pengendara tak sengaja lewat sini mereka pun terkadang berucap lirih meminta izin untuk sekedar lewat kepada ‘Mbah Setan Merah’ yang merupakan julukan sosok misterius tersebut. Bila tak meminta izin maka ia akan dihantui dan akhirnya mengalami kecelakaan yang juga bisa merenggut nyawanya.

Kost Angker (Magelang)

Kisah misteri merupakan salah satu hal yang sudah seringkali ramai dibicarakan. Terlebih lagi kehidupan manusia memang berdampingan dengan kehidupan makhluk lain. Makhluk ini yang seringkali disebut sebagai hantu. Hantu sendiri tentu sangat menakutkan dan mengerikan. Tidak jarang sebagian orang yang memang mengalami hal-hal mistis berupa penampakan wujud yang tidak biasa. Hal ini tentu cukup menakutkan. Hal-hal seperti ini juga dapat terjadi dimana saja. Karena setiap tempat memang diyakini terdapat penunggu. Hanya saja tidak semuanya mengganggu. Kisah hantu juga dapat datang dari mana saja, termasuk kisah misteri dari Magelang ini.

Magelang merupakan salah satu kota yang ada di Jawa Tengah. Kota ini merupakan kota kecil yang cukup ramai. Jika berbicara mengenai cerita mistis, Magelang juga menyimpan banyak cerita mistis yang diakui pernah dialami oleh sebagian orang. Seperti halnya penampakan-penampakan wujud mengerikan yang membuat takut. Namun penampakan hantu ini tidak hanya dialami di tempat-tempat seperti bangunan kuno saja. Bahkan kost pun juga dapat menjadi tempat yang cukup angker. Berikut ini merupakan cerita yang cukup banyak orang tau mengenai kost angker yang ada di Magelang. Cerita mistis Magelang ini datang dari kawasan kampus Universitas Tidar Magelang atau UTM. Lokasi dari Universitas Tidar Magelang ini ada di daerah yang dikenal dengan daerah Tuguran. Seperti kampus pada umumnya, di sekitarnya tentu terdapat banyak kost yang mana digunakan sebagai salah satu tempat tinggal untuk mahasiswa yang kuliah di Universitas Tidar Magelang ini. Salah satu kost ini terletak di depan Universitas Tidar Magelang, tepatnya di dekat tempat fotocopy yang ada di sekitaran kampus tersebut. Ternyata, kos ini memiliki berbagai macam cerita mistis.

Konon katanya, kost ini merupakan salah satu kost angker yang mempunyai banyak cerita horor dan cukup membuat bulu kuduk merinding. Cerita misteri mengenai kost angker ini datang dari penghuni kost itu sendiri, yang telah mengalami berbagai macam kejadian aneh. Mulai dari suara-suara yang sering terdengar hingga penampakan mengerikan yang sering menganggu. Suara-suara aneh ini biasanya seperti berupa suara memanggil, atau bahkan suara orang menangis. Menurut cerita juga di tengah malam sering terdengar suara-suara yang hanya didengar oleh salah satu penghuni kost. Padahal penghuni kos lainnya sudah tertidur pulas.

Ada cerita yang cukup mengerikan yang dialami oleh salah seorang penghuni kost. Ketika itu teman-temannya datang untuk main ke kostnya. Kemudian beberapa diantaranya pergi untuk fotocopy, yang lokasinya tepat ada di dekat kost. Di kost tersebut hanya tersisa dua orang yang tidak ikut, kemudian salah seorangnya sempat bertanya pada teman yang satunya kenapa tidak ikut. Bahkan mereka juga sempat mengobrol meski temannya ini sedikit aneh katanya. Setelah selang beberapa lama, ternyata temannya kembali dari tempat fotocopy. Dan ternyata teman yang tadi bersama salah seorang di kost itu bukanlah temannya. Melainkan penampakan yang berwujud temannya.

Tentu hal ini seketika membuat kaget dan juga ketakutan bukan? Itulah cerita mengenai kost angker yang ada di dekat kampus UTM ini. Konon katanya hal-hal mistis seperti ini sudah biasa dialami oleh penghuni kost. Bahkan ada seseorang yang katanya pernah melihat penampakan hantu tanpa kepala disana. Mengerikan bukan? Terlebih lagi untuk sebagian orang yang baru pertama kali mengalaminya. Cerita mistis Magelang ini sempat ramai dibicarakan oleh orang-orang yang mengaku pernah menghuni kost tersebut atau berkunjung di kost tersebut.

La Planchada